Motor Listrik, Mobil Listrik dan Teknologi Baterei adalah Masa Depan

Masa depan bukan lagi di tangan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari fosil. Sebaliknya, masa depan adalah milik baterei, motor listrik, dan mobil listrik.

Mengantisipasi hal itu, berbagai perusahaan terus melakukan antisipasi dan ekspansi. Salah satunya PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang memang memiliki concern atau perhatian khusus pada bidang ini.

PT Mobil Anak Bangsa (MAB) berekspansi memulai produksi battery pack dan motor listrik. Co-Founder MAB Stephen Sulistyo mengatakan, produksi battery pack dibutuhkan untuk menunjang rencana perusahaan memproduksi sepeda motor listrik. Komponen battery cell masih mengandalkan impor dari Cina.

“Rencana membuat battery pack sendiri, karena kami mau bikin sepeda motor listrik perlu banyak baterai, sementara Cina yang bisa bikin cell, packing-nya di kami. Packingnya kecil-kecil untuk sepeda motor,” katanya.

Menurutnya, MAB juga berencana mengembangkan produksi battery pack untuk bus listrik. Namun, hal itu baru akan dilakukan apabila tingkat permintaan produk bus terus meningkat dari sisi skala ekonomi.

Stephen menuturkan, baterai dan motor kendaran listrik menjadi dua komponen utama kendaraan listrik yang diimpor dari luar negeri. Namun demikian, komponen seperti sasis, bodi, dan interior kendaraan sudah dapat diproduksi di dalam negeri.

Baca Juga :  PLN Gandeng PMI Gelar Donor Darah dan Plasma Konvalesen di Surabaya

“Sampai sekarang ini, per November nanti tingkat komponen dalam negeri (TKD) kami sudah mencapai 40 persen karena beberapa sudah kami buat di sini, yang belum bisa itu baterai dan motornya yang paling utama,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya juga akan mengembangkan produksi motor listrik secara mandiri untuk mengurangi ketergantungan kepada komponen impor. Jika battery pack dan motor listrik diproduksi di dalam negeri, TKDN bus MAB dapat mencapai 60 persen.

“Rencana pengembangan, battery pack lalu motor, kami akan buat dalam 2 tahun. Motor listriknya itu kan mesinnya. Targetnya, menjadi 60 persen lebih, sekarang kami juga sudah advance, baru mulai TKDN kami sudah 40 persen,” pungkasnya.

Maju terus pengembangan baterei dan produksi motor, mobil listrik untuk kejayaan Indonesia!