Penjelasan Lugas Mas Menteri Meluruskan Isu Tagihan Listrik

Penjelasan Lugas Mas Menteri Meluruskan Isu Tagihan Listrik
Menteri Badan Usaha Negara Milik Negara (BUMN) Erick Tohir. Ilustrasi: ListrikToday

Video itu begitu lugas. Judulnya tegas: Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tagihan Listrik Membengkak. Berdurasi singkat dalam kemasan hampir dua menit dari sebuah portal berita terkemuka, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memberikan klarifikasi sekaligus uraian jawaban atas persoalan yang lagi mengemuka akhir-akhir ini: tingginya tagihan listrik bulan Juni bagi sebagian masyarakat.

“Bukan tarifnya naik, tapi belum ditagihkan. Yang tadinya bulanan, karena kemarin ada Covid, baru ditagihkan pada bulan yang bisa ditagihkan,” jelas Erick.

Yang benar, lanjut Erick, yang diasumsikan masyarakat sebagai tagihan tinggi akibat kenaikan tarif itu sebenarnya adalah akumulasi tagihan beberapa bulan dijadikan satu.

“Ya kita ini kan biasa, kalau tidak ditagihkan, lupa. Pas ditagih, marah, padahal kita tidak melihat breakdown-nya” jelasnya.

Tapi apapun, kata Pak, eh Mas Menteri, PLN sudah memberikan pengumuman bahwa tagihan membengkak itu bisa dicicil. Selain itu, ia menjelaskan, PLN sekarang telah melakukan banyak inovasi.

“Itulah kenapa di PLN sendiri, selain melakukan perubahan struktur organisasi yang kini ada pemasaran, kita juga mengutamakan inovasi dengan adanya smart meter, smart distribution, dan juga smart procurement,” urainya.

Baca Juga :  Terus Melistriki Papua, PLN Berhasil Terangi Enam desa di Mimika

Upaya PLN mereformasi diri, menurut Erick, karena ia tak mau capex (capital expenditure atau belanja modal) PLN sampai Rp 100 triliun.

“Saya sampai pangkas 30-40 persen. Jangan sampai capex jadi proyek, apalagi tidak jelas supply chains dan kebutuhannya. Kita akan perhatikan, mudah-mudahan jangan main proyek,” ungkapnya.

Itulah Erick Thohir, ‘anak muda’ yang tahun ini baru berusia 50 tahun tapi sudah memegang tanggungjawab besar atas ratusan BUMN di tanah air. Bersama Nadiem Makarim dan Wishnutama Kusubandio, mereka bertiga disebut trio ‘Mas Menteri’ pilihan Jokowi yang jadi andalan mereformasi birokrasi negeri ini.

Tekadnya jelas: efisiensi, pangkas yang tak perlu, dan berpihak pada rakyat. Ia pun lugas segera meluruskan jika ada isu-isu yang membengkokkan narasi.

Semoga, penjelasan lugas Mas Menteri ini menjadikan semuanya lebih terang benderang. Seterang upaya PLN tak pernah lelah menerangi negeri.