Semua Orang Salah, Kecuali Ahmad Daryoko

Dalam sejarah PLN, Ahmad Daryoko ini dikenal sebagai duri dalam daging. Ia pernah jadi Ketua Serikat Pekerja PLN. Entah berbuat apa, dia lantas dipecat. Kabarnya sering membuat provokasi. Kemudian setiap hari dia membuat narasi yang menjelek-jelekkan PLN.

Tentu saja tuduhan yang dibuatnya itu tak berdasar. Kalau itu benar, tentu media massa bakal ramai. Anggota dewan akan jadi pentas politik yang panas. Dan medsos akan terus bising dari waktu ke waktu.

Tapi faktanya, tidak ada secuilpun pemberitaan media massa yang membenarkan tuduhan Ahmad Daryoko itu. DPR juga anteng saja. Padahal hari ini opisisi sedang panas-panasnya. Partai koalisi saja nyinyir terhadap kinerja Pemerintah.

Itu membuktikan, apa yang disampaikan Ahmad Daryoko itu hanya berdasarkan imajinasinya saja. Orang ini sedang halu. Ia yang mungkin merasa sakit hati karena didepak dari PLN, kemudian mengarang-ngarang cerita.

Dimulailah dengan kisah konspirasi kartel listrik. Di sana dia menyebut kartel asing/aseng. Kemudian Sembilan Naga, DI (Dahlan Iskan?), LBP (Luhut?), JK (Jusuf Kalla), ET (Erick Thohir), dan banyak lagi.

Baca Juga :  Dijamin Tak Ada ‘Blackout’, Gardu Ungaran Kembali Siap Layani Pelanggan

Pastinya itu rekaan dia saja. Karena tidak ada satupun bukti yang menguatkan tuduhannya. Ahmad Daryoko memang menyebut angka-angka, biar dikira punya data. Tapi angka-angka itu asal comot dan tidak ada kaitannya.

Intinya, dia seolah-olah paham dengan hal-hal yang berkaitan dengan PLN. Padahal sejatinya cocoklogi belaka. Kalaupun dia dapat bocoran dari orang dalam, itupun hanya persoalan normatif. Data-data yang lumrah diketahui banyak pihak.

Yang juga menggelikan, Dia mengatakan PLN akan bangkrut. Saat ini, menurut dia, PLN hanya jadi kuli panggul. Padahal PLN itu perusahaan yang dikuatkan oleh UUD 45. Selama itu masih dijadikan dasar negara, kewenangan mengatur stroom hanya boleh dilakukan oleh PLN seorang.

Mungkin dia menganggap PLN itu Dewa Zeus yang bisa nyetrum siapa saja sesukanya. Tidak ada yang mengawasinya. Apalagi memberikannya hukuman. Hayalan yang menarik sebenarnya.

Pengawas PLN itu banyak sekali. Mulai komisaris, menteri, DPR, BPK, BPKP, KPK, Kejaksaan, Kepolisian, media massa, medsos, barisan sakit hati seperti Ahmad Daryoko itu, dan banyak lagi.

Baca Juga :  PLN Dukung Penuh Kebutuhan Listrik Industri

Jika PLN kepleset sedikit saja, yang gebuki dia itu bukan hanya satu orang. Tak perlu menunggu bogem mentah Ahmad Daryoko. PLN bakal dijadikan samsak oleh banyak pihak. Tanpa menunggu perintah.

Tapi sekali lagi, faktanya memang tidak ada apa-apa. Jika orang banyak menganggap semua hal berjalan sesuai relnya. Lalu ada satu orang yang mengatakan sebaliknya, mana yang lebih bisa dipercaya?

Itulah yang dialami oleh Ahmad Daryoko sekarang. Ia menyalahkan seluruh dunia. Mulai DPR, media massa, Menteri BUMN, bahkan mungkin cicak-cicak di dinding. Semua orang dia anggap sedang menyembunyikan kebusukan. Semua orang salah dan penuh noda, kecuali Ahmad Daryoko.

Memang, jika menghadapi orang seperti ini, orang Jawa sering mengatakan, sing waras ngalah (yang waras ngalah)…

Puji Handoko