PLN dan Pelangi di Desa Lontar

PLN dan Pelangi di Desa Lontar
Ropin, Pengelolan Lokasi Wisata Mangrove, Jembatan Pelangi di Desa Lontark, Serang, Banten. Dok. PLN

LISTRIKTODAY – Siapa menyangka kawasan bekas tambak di bibir Desa Lontar, Serang, bisa menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Provinsi Banten. Setiap hari rata-rata ada ribuan pengunjung menghilangkan kepenatan di sana.

Sebelum terkenal seperti sekarang, kawasan berdirinya Jembatan Pelangi Mangrove Berangbang adalah lokasi tambak. Setelah selesai beroperasi bibir pantai itu tidak terawat dan mengalami abrasi hari ke hari.

Pada 2013, warga sekitar kawasan itu mulai bergerak untuk mengatasi abrasi di pantai. Ropin, inisiator gerakan pemulihan pantai desa, bersama warga mulai menanam Mangrove di sepanjang Pantai Lontar.

Dengan bantuan pemerintah daerah, mereka mendapatkan pendampingan dan bantuan bibit Mangrove untuk mulai mengurangi abrasi pantai.

Beberapa tahun berjalan, ratusan Mangrove kecil telah menjadi hutan bakau. Laut lepas pantai hampir tidak terlihat lagi dari pesisir. Ide menyipakan jalur tracking muncul.

Berpindah dari pertemuan ke pertemuan, rencana membuat jalur tracking sepanjang hutanpun sampai ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tak tunggu lama, Tim CSR perusahaan listrik plat merah itu langsung bertandang ke Lontar untuk memulai assessment.

Baca Juga :  Bantuan Perahu PLN, Peduli di Tengah Pandemi

“Kami seperti bermimpi. Kami tidak percaya desa kami akan seramai seperti sekarang. Pada saat survey awal oleh tim CSR PLN, saya sempat ragu dan merasa takut. Apa iya kami bisa membuat sarana yang bisa mendatangkan ribuan orang ke desa kami? Tapi saya ditantang dan diberi motivasi oleh Tim CSR PLN agar berani untuk maju,” ujar Ropin.

Setelah beberapa proses awal, PLN mulai menyiapkan rencana pembangunan mempercantik hutan bakau warga Lontar itu. Pemerintah daerah yang sejak awal bersama warga membangun hutan bakau ikut terlibat.

Ide mengadakan tracking hutan bakau telah terwujud. Tim pendamping pemberdayaan bersama warga mulai menyiapkan skema pengelolaan kawasan itu untuk kepentingan pariwisata.

Setelah membangun jembatan keliling, PLN juga membantu pembangunan kantin dan mushola, serta menyediakan bibit Mangrove untuk memastikan hutan itu tetap lestari.

“Alhamdulilah sekarang pengunjungnya bisa sampai 1.000 orang saat weekend. Kami yakin bahwa lokasi ini bisa terus kami kembangkan,” ujar Ropin.

Kini, warga Desa Lontar semakin sibuk menyediakan kebutuhan para wisatawan yang berkunjung ke desa. Aktivitas para mantan penambak di Lontar, kini lebih banyak dari hanya seketar menabur jalan dan kail di laut.

Baca Juga :  Di Tengah Cuaca Ekstrem, PLN Pulihkan Layanan Listrik 47.000 Pelanggan di NTT

Jembatan yang menjadi lajur tracking hutan bakau itu dinamakan Jembatan Pelangi. Seperti mentah-mentah mengartikan “ada pelangi setelah hujan”, ada Mangrove setelah tambak.