Bantu Perbaiki Tambak Rakyat, PLN Aliri Listrik ke Tambak Terbesar Asia Tenggara

Bantu Perbaiki Tambang Rakyat PLN Aliri Listrik ke Tambang Terbesar di Asia Tenggara

LISTRIKTODAY – Di Dipasena, Tulung Bawang, Lampung tanbak udang raksasa telah bertahun-tahun beroperasi. Turun naik produksivitas tambak kerap menjadi perhatian pemerintah. Di Lampung, unit usaha tambak membanjir baik di kawasan air tawar, air payau maupun air laut.

Tambak Dipasena dibangun dengan skema usaha Tambak Inti Rakyat (TIR). Dipasena terdiri dari 9.450 hektare area (Ha) hak guna usaha tambak yang dimiliki oleh perusahaan inti dan 6.800 Ha sertifikat hak milik tambak yang dimiliki oleh petambak plasma serta lahan pemukiman dan fasilitas perusahaan.

Pada masa keemasannya, tambak ini mampu memproduksi 200 ton udang per hari dan menyumbang devisa negara sebesar 3 juta dolar AS. Sayangnya, krisis ekonomi serta bangunan relasi plasma-inti yang sangat timpang telah menumbangkan produktifitas tambak pada ujung pemerintahan Orde Baru.

Sejak 2013 pengembangan tambak menerapkan program investasi melalui pengumpulan dana rakyat sebesar Rp 1.000 per kilo gram hasil udang. Hingga 2019, akumulasi modal bersama sudah mencapai Rp 26 Miliar.

Baca Juga :  Jangan Bandel, Ikuti Petunjuk Ini Jika Tak ingin Tagihan Membengkak

Tahun lalu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia merilis beberapa solusi revitaliasasi tambak karena dari tahun ke tahun terus menghadapi tantangan yang mempengaruhi proses produksi.

Beberapa upaya yang harus dilakukan antara lain, rehabilitasi lingkungan dan infrastruktur tambak, peningkatan praktek budidaya, penggalangan dana usaha, penyediaan air bersih, perbaikan infrastruktur jalan, serta pengaliran arus listrik untuk rumah tangga dan budidaya.

Revitalisasi tersebut diperkirakan akan mendorong peningkatan nilai produksi hingga Rp 4,5 Triliun untuk skenario optimis SR 70 persen dan Rp 2,6 Triliun dengan skenario pesimis SR 30 persen.

Menanggapi kebutuhan tersebut, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bergerak menyediakan pasokan listrik untuk area tambak. Kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) negara itu mulai direalisasikan sejak tahun lalu.

Kini, pasokan listrik ke area tambak sudah tersedia dan disalurkan. Infrastruktur distribusi disiapkan dalam waktu yang relatif singkat sehingga dapat segera mendorong produksivitas warga penambak.

PLN berhasil memasok listrik ke Gardu Induk – Saluran Udara Tegangan Tinggi Mesuji-Dipasena 150kV, yang membentang sepanjang 73,6 Kms (Kilo Meter Sirkuit), dan di topang 211 Tower.

Baca Juga :  Kinerja Kuartal III/2020, Penjualan Listrik PLN Tetap Tumbuh

Proses yang singkat itu tidak terlepas dari dukungan dari Pemerintah setempat yang memberikan dukungan dan bantuan dalam pembangunan. Selain itu, antusias warga disekitar lokasi pembangunan juga menjadi faktor yang membantu dalam proses pengerjaan, mulai membuka lahan dan juga perizinan lainnya.

Medan yang rawa berair cukup menantang para petugas untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur distribusi listrik. Petugas PLN dengan dukungan warga akhirnya berhasil menyelesaikan proses konstruksi kelestrikan.

Dengan ketersediaan listrik di kawasan tambak dan sekitarnya, efisiensi produksi bagi para penambak mencapai 31,79 persen atau Rp 3.944.201. Penggunaan biaya produksi untuk bahan bakar karena menggunakan genset bisa ditekan dengan kehadiran listrik PLN.

PLN sendiri, dengan beroperasinya GI-SUTT Dipasena – Mesuji, dapat meningkatkan penjualan listrik di Dipasena, dengan potensi pendapatan penjualan Rp 40,5 miliar/bulan.

Selain menyelesaikan proyek GI-SUTT Mesuji-Dipasena, Sebelumnya PLN juga telah merampungkan pembangunan Jaringan Tegangan Menengah 20KV sepanjang 135kms, Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 738 kms, Gardu Distribusi sebanyak 134 Gardu dan sebanyak 15.757 batang tiang telah didirikan.