Ini Keuntungan Pembangunan Tol Listrik Sumatera dan Sulawesi

LISTRIKTODAY – Dalam jaringan kelistrikan modern, dikenal dengan istilah sistem interkoneksi atau tol listrik. Yaitu suatu sistem tenaga listrik yang terdiri dari beberapa pusat listrik (pembangkit) dan beberapa gardu induk (GI) yang saling terhubung (terinterkoneksi) melalui sebuah saluran transmisi. Keuntungan sistem ini adalah, jika ada kendala pada salah satu pembangkit bisa dibantu dengan pembangkit yang lain.

Tentu saja sistem semacam ini memiliki tantangan tersendiri, di antaranya, menambah biaya pembangunannya. Kemudian yang perlu diperhatikan adalah, jika terjadi hubungan pendek pada salah satu jaringan, maka maka pembangkit yang lain akan ikut menyumbang arus hubung singkat ke pusat gangguan tersebut.

Kuncinya adalah keseimbangan. Peristiwa blackout di sistem kelistrikan Jawa (Ungaran-Pemalang) tahun lalu juga disebabkan terjadinya hubungan pendek pada salah satu jaringan, yang sialnya kebetulan juga sedang ada perawatan pada pembangkit yang lain. Akibatnya terjadi trip pada pembangkit lain.

Tetapi secara umum, sistem interkoneksi sangat menguntungkan. Jika keseimbangan terjaga baik, tidak akan ada kendala berarti. Apalagi sistem kelistrikannya juga sudah diperbaiki sedemikian rupa agar kejadian sama tidak terulang.

Baca Juga :  Siap Sambut Gelaran MotoGP, PLN Bergegas Selsaikan SUTT 150 kV Mataram-Incomer

Tidak hanya di Jawa-Bali, hal yang sama juga dikerjakan di wilayah lain. Misalnya pembangunan tol listrik di Sumatera dan Sulawesi membuat PLN berpotensi menghemat biaya pokok produksi per kWh sebesar Rp 126,5 miliar per bulan. Disebut tol listrik karena arus listrik itu tersambung dari satu wilayah ke wilayah yang lain tanpa hambatan.

Untuk wilayah Sumatera, PLN telah menyelesaikan proyek transmisi tol listrik 275 kilo volt (KV). Bisa disebut juga jaringan interkoneksi 275 beserta Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) terkait. Panjangnya membentang dari Lahat, Sumatera Selatan hingga GITET Pangkalan Susu, Sumatera Utara sejauh 2.834 kilometer sirkuit (kms).

Setelah menjelaskan besarnya penghematan yang akan didapat, dalam peresmian proyek ketenagalistrikan nasional, Kamis 16 Juli 2020, Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini berkata, “Lalu, beroperasinya tol listrik ini juga menurunkan biaya pokok produksi sistem Sumatera Utara sebesar Rp 60 per kWh dengan potensi penghematan mencapai Rp 47,2 miliar.”

Baca Juga :  Kementerian BUMN Perkuat Jajaran Komisaris PLN

Sementara untuk wilayah Sulawesi, PLN telah membangun tol listrik 150 kV Sulawesi yang membentang dari Sulawesi Selatan sampai Sulawesi Utara. Panjang jaringan itu 797 kms, sedangkan penyaluran dayanya mencapai 400 MW. Diketahui jaringan itu akan menurunkan biaya pokok sebesar Rp 170 per kWh dengan potensi penghematan Rp 79 miliar per bulan.

Sistem interkoneksi itu nantinya akan memindahkan surplus listrik dari satu wilayah untuk menguatkan jaringan di wilayah lain yang kekurangan. Dengan begitu sistem kelistrikan akan lebih andal. Sebab jika salah satu pembangkit bermasalah, maka arus listrik akan dialirkan dari pembangkit lainnya.

Keandalan sistem kelistrikan merupakan syarat mutlak berkembangnya perindustrian di wilayah tersebut. Tanpa sistem yang andal, dunia industri tak maungkin dikembangkan. Sebab para investor tak mungkin ingin mengalami kerugian produksi karena terkendala listriknya. Maka di negara maju seperti Singapura, cadangan listriknya mencapai 100%. Hal itu dimaksudkan, agar suplai listrik tidak terkendala jika ada persoalan di sebagian sistem.

Baca Juga :  Waspada Pemadaman Bergilir, Ini Antisipasinya

Efek negatifnya, tentu harga listrik di negara itu jadi jauh lebih mahal. Karena cadangan listrik yang terbuang percuma itu dibebankan pada pelanggan. Namun Singapura dan negara-negara industri yang maju lainnya memilih jalan itu, sebab keandalan sistem kelistrikan adalah syarat utama bergeraknya investasi.

Di negara kita, cadangan listriknya akan mencapai 30%, jumlah itu cukup menjanjikan untuk dilirik oleh para investor yang ingin membangun industri. Dengan sistem interkoneksi atau tol listrik yang terus dikembangkan, keandalan sistem kelistrikan PLN akan semakin terjamin kualitasnya. Dengan pemenuhan syarat utama ini, dunia perindustrian kita akan semakin cerah. Berapapun jumlah industri yang hendak dibangun, kelistrikan kita telah siap.