Ilustrasi petugas PLN memasang jaringan listrik
Pekerja melakukan perawatan jaringan listrik untuk rumah tangga di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (13/7/2020). PT PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik selama masa diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada bulan Mei lalu mencapai 18,63 Terra Watt Hour (TWh) atau mengalami penurunan sebesar 10,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 20,63 TWh (YoY), dan dibandingkan bulan sebelumnya April 2020 tercatat 19,39 TWh atau menurun 4,08 persen (MoM). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.

LISTRIKTODAY – PLN sudah tidak mengalami defisit daya di seluruh sistem kelistrikan. Wajah kelistrikan Indonesia berubah setelah banyak pembangkit listrik baru beroperasi pada 2017.

Secara nasional cadangan daya telah mencapai 30%. Dengan kata lain, pasokan daya yang dimiliki PLN berkapasitas 130% dari kebutuhan. Secara khusus, cadangan daya, dapat diartikan adanya selisih antara kapasitas pembangkit dan beban puncak.

“PLN siap untuk menjadi penggerak roda ekonomi. Besarnya cadangan daya listrik yang dimiliki PLN dapat dimaksimalkan pelanggan untuk mengembangkan kegiatan bisnis” Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi.

Dalam lima tahun terakhir, telah terjadi perubahan signifikan dalam pemenuhan kebutuhan listrik pelanggan. Pada 2015 dari total 22 sistem kelistrikan besar, ada 11 yang mengalami defisit. Akibatnya, pada waktu itu seringkali terjadi pemadaman listrik bergilir, karena daya yang tersedia masih lebih rendah dari beban puncak.

Pada 2015 – 2019, PLN telah membangun pembangkit 14.793 MW, transmisi 20.715 kms, dan gardu induk 74.160 MVA dari program 35 GW yang dicanangkan oleh pemerintah. Untuk pembangunan selanjutnya akan menyesuaikan dengan kondisi demand dan supply.

Baca Juga :  Ekowisata Sungai Mudal, Mitra Binaan PLN Yang Sukses Mencuri Perhatian

Untuk itu, PLN terus melaksanakan penjualan dan mengejar pelanggan besar khususnya di sistem Jawa-Bali dan Sumatra (85%) untuk mengurangi risiko kelebihan cadangan daya. Sayangnya, PLN tidak bisa bekerja sendiri, dukungan stakeholder untuk memuluskan penjualan listrik diperlukan.