Petugas PLN memonitor operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya

LISTRIKTODAY – Pemerintah mendukung sepak terjang PLN untuk memproduksi listrik dari sumber energi yang ramah lingkungan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjabarkan sejumlah dukungan kepada PLN dalam bentuk insentif perpajakan.

“Kementerian Keuangan menyediakan banyak perangkat kebijakan untuk mendukung PLN dan Kementerian ESDM meningkatkan bauran energi, khususnya reformasi energi terbarukan,” katanya dalam peluncuran Sustainable Financing Framework PT PLN secara virtual, seperti dikutip DDTC, Senin (2/11/2020).

Insentif perpajakan yang dimaksud Sri Mulyani antara lain, tax allowance, tax holiday, serta pembebasan pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk investasi energi baru dan terbarukan.

Selain itu, pemerintah juga bakal memberikan pembebasan PPN dan bea masuk impor untuk produksi listrik dari EBT. Menurutnya, pemerintah telah mengucurkan dana, melalui dana alokasi khusus, kepada pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan infrastruktur untuk energi ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, pemerintah juga bakal memberikan dukungan modal melalui PMN untuk mendukung pengembangan pembangkit berbasis EBT. “Pasti kami akan mendorong pemanfaatannya lebih besar. Kita perlu berubah agar bisa memanfaatkan potensi yang sangat besar ini. Tidak hanya akan baik bagi Indonesia, tetapi juga untuk dunia,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini Dokumen Yang Dekatkan PLN Dengan Pembiayaan Hijau

Permintaan listrik berbasis EBT

Di sisi lain, berdasarkan data dari PLN, pada 2019 sektor komersial dan industri mengkonsumsi 52% listrik yang diproduksi. Hal ini mendorong PLN untuk melakukan langkah strategis yaitu meningkatkan kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT), salah satunya dengan melalui penerbitan sertifikat energi terbarukan (REC).

REC merupakan instrumen berbasis pasar yang menyatakan bahwa pemegang sertifikat menggunakan satu MWh (megawatt jam) listrik dari sumber-sumber energi terbarukan.

Pada tahap awal, PLN telah mendaftarkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas 140 MW dan berpotensi dapat menghasilkan REC sebanyak 993.000 per tahun.

“Penerbitan REC diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pembangkit EBT untuk memenuhi target bauran nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025, serta sebagai tanggung jawab PLN untuk menyediakan listrik bagi generasi saat ini dan mendatang. Komitmen ini hadir dalam semangat yang kami sebut sebagai Power Beyond Generations,” tutur Zulkifli Zaini, Direktur Utama PLN.