Jaringan Listrik ke Desa-desa NTT Sedang Dikerjakan, Akhir Tahun Rampung
Ilustrasi PLN

LISTRIKTODAY – Bank Sampah Induk Gesit (BSIG) mendapat penghargaan sebagai terbaik 2 dalam ajang CSR PLN Award kategori lingkungan.

Lalu apa sih hebatnya BSI Gesit ini? Dihimpun dari berbagai sumber, ternyata BSI Gesit memang sudah sangat berdampak bagi sekitar.

Bank Sampah ini berlokasi di Menteng Pulo Raya, Jakarta Selatan. Saat ini, BSI Gesit telah omzet lebih dari Rp 80 juta per bulan.

Nilai yang terus berkembang tiap tahunnya, merupakan hasil jerih payah bersama. Mengutip Tribunnews.com, keuntungan yang didapat BSIG terbilang besar.

Tapi juga wajar, karena BSIG telah memiliki 355 nasabah yang terdiri dari warga, sekolah, dan instansi.Meski mendapat omzet besar, Ketua BSIG Ellen De Wilde menegaskan jika profit bukanlah yang utama.

Kepala BSI Gesit Ellen de Wilde terus mengajak seluruh lapisan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Sempat ada kendala di lapangan, ada [barang] di BSU yang tidak terangkut, sekarang ada bantuan dari PLN mobil pickup,” katanya.

Baca Juga :  Ini Solusi untuk Meringankan Biaya Lonjakan Tagihan pada Bulan Juni

Selain BSI Gesit, dalam helatan CSR PLN Award, Kepala BSI Gesit Ellen de Wilde juga mendapatkan penghargaan sebagai Local Hero, pelopor penggiat lingkungan terbaik ke-2.

Keberadaan BSI Gesit ini sudah menjadi pendorong pengendalian sampah di Jakarta. Pasalnya, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administratif Jakarta Selatan menyatakan tanpa adanya pemilahan sampah yang benar, maka Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan penuh dalam jangka waktu maksimal dua tahun.

Untuk itu pemilahan sampah penting dilakukan, agar sampah daur ulang dapat dimanfaatkan kembali oleh pihak ketiga sehingga membantu mengurangi volume sampah di TPA.

Walikota Jakarta Selatan DKI Jakarta, Marullah Matali mengatakan Jakarta Selatan memprakarsai bank sampah induk yang membawahi 480 bank sampah unit. Selain itu, Jaksel telah mencapai prestasi pengelola bank sampai di DKI Jakarta pada 2019.

“Terima kasih atas dukungannya, semoga kerja sama dengan PLN dapat terus berlanjut.” katanya.

Ada empat komponen yang dapat didaur ulang, yaitu kertas, plastik, besi dan logam, serta kaca. Data dari BSI Gesit Jakarta Selatan menyebutkan bahwa selama Januari – September 2020, sampah kertas menempati urutan pertama sejumlah 106.491 kilogram.

Baca Juga :  Pulihkan Listrik Mamuju dan Majene, PLN Lakukan Pemeriksaan Kekuatan Transmisi

Sementara itu, urutan kedua ditempati sampah plastik dengan jumlah 61.075 kilogram. Selanjutnya urutan ketiga ditempati oleh sampah besi dan logam sejumlah 12.948 kilogram, dan kaca di urutan keempat dengan jumlah 10.139 kilogram.

Dalam beberapa tahun terakhir, Setahun belakangan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya ikut menopang aktivitas Bank Sampah Induk atau BSI Gesit yang berlokasi di Menteng Atas, Jakarta Selatan untuk mengikis timbunan sampah di Ibukota.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, persoalan sampah di Jakarta tak pernah tuntas bila hanya me ngandalkan peran pemerintah. Jumlah populasi yang tinggi, serta minimnya kesadaran warga untuk tertib mengelola sampah pada akhirnya menghasilkan lebih dari 7.000 ton sampah di Ibu Kota.

Maka dari itu, kelahiran BSI Gesit benar-benar menjadi andalan Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan untuk mengatasi masalah sampah.

“Sudin (suku dinas) Lingkungan dan (mantan) Wali kota Jakarta Selatan Pak Tri Kurniadi memberikan tempat di sini pada 2016. Sejauh ini, Pemprov DKI Jakarta mendukung dengan 5 orang pekerja dan 2 truk, selebihnya kami urus mandiri,” tegas Ellen.

Baca Juga :  PLN Berhasil Operasikan Dua Proyek Strategis Nasional di Jateng

Kini, BSI Gesit mengelola rata- rata lebih dari 50 ton sampah per bulan.