Menteri BUMN Erick Thohir meninjau kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang ada di kantor PLN Bali Selatan.

LISTRIKTODAY – Sudah menjadi rahasia umum bahwa konsumsi energi nasional membebani neraca perdagangan nasional. Indonesia sudah defisit neraca minyak, dan ditambah lebih dari 70% LPG harus diimpor.

Saat ini, devisa negara yang harus dikorbankan untuk impor LPG menembus Rp60 triliun. Sudah sewajarnya, ada lompatan besar untuk mencari energi yang dapat dihadirkan dari dalam negeri.

PLN pun mencoba memberikan solusi. Badan usaha milik negara ini, menggaungkan program 1 juta kompor listrik. Ya, dengan menggunakan kompor listrik, peran LPG dapat digantikan.

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan jika dengan perhitungan PDB Indonesia sebesar Rp15.000 triliun, maka impor LPG menyebabkan pengurangan pertumbuhan Indonesia sebesar 0,3%

“Itu kebijakan pemerintah, bagaimana LPG diubah ke kompor listrik. PLN mengubah pola konsumsi energi berbasis impor menjadi domestik,” katanya, dalam wawancara dengan CNBCIndonesia, Senin (4/1/2020).

Saat ini, lanjut Darmawan, PLN sedang menggulirkan program 1 juta kompor listrik. Untuk itu, PLN bekerja sama manufaktur kompor listrik, distributor dan pasar tradisional untuk membumikan program ini.

Baca Juga :  PLN Rela Tunda Proyek PLTU Guna Kembangkan Energi Baru Terbarukan

“Sekarang, bagaimana kita mendukung penggunakan energi dengan yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.