LISTRIKTODAY – PLN menjawab tuntutan peningkatan inovasi dalam isu perubahan iklim dengan melakukan co-firing biomassa di 52 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

PLN telah menjalin kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dan Perum Perhutani terkait rantai pasok biomassa, belum lama ini.

Kesepakatan antara dua BUMN ini, mencakup ketersediaan bahan baku berikut analisis rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan, serta rencana implementasi kerjasama penyediaan bahan bakar biomassa untuk PLTU PLN.

“Harapan kami dengan kerjasama ini diharapkan hadirnya ekosistem penyediaan biomassa sebagai bahan bakar PLTU,” kata Direktur Mega Proyek PLN IKhsan Assad dalam acara yang digelar secara daring yang dikutip Kontan, Jum’at (22/1).

Saat ini, PLN menyiapkan 52 PLTU yang diidentifikasi PLN untuk program co-firing ini. Terdiri dari 13 lokasi PLTU di Sumatra, 16 Lokasi PLTU di Jawa, Kalimantan (10 lokasi), Bali dan Nusa Tenggara (4 unit PLTU), Sulawesi (6 lokasi) serta Maluku dan Papua (3 lokasi PLTU).

Baca Juga :  PLN Dukung Bappenas Manfaatkan Data Konsumsi dan Produksi Listrik

Adapun kapasitas 52 lokasi PLTU PLN sebesar 18.154 MW. Program co-firing ini sudah dimulai PLN sejak tahun 2017.

Sementara itu, PLN telah melakukan uji coba pada 2019. Hingga tahun lalu, uji coba sudah dilakukan pada 29 PLTU. Progres per 5 Januari 2021, imbuh Ikhsan, jumlahnya sudah bertambah menjadi 32 PLTU.

Dalam catatan Kontan, co-firing biomassa sudah diimplementasikan pada 6 PLTU. Yakni PLTU Paiton 1&2 dengan porsi campuran biomassa 5%, PLTU Jeranjang (3%), PLTU Ketapang (1%;3%;5%), PLTU Sanggau (5%;10%;15%), PLTU Pacitan (5%), dan PLTU Suralaya 1-4 (1%).

Di sisi lain, melihat upaya PLN menjawab tantangan perubahan iklim, apresiasi pun datang dari Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Dadan Kusdiana.

Pihaknya berterima kasih terhadap inisiatif strategis antara PTPN III dan PLN dalam penyediaan energi bersih yang berbasis biomassa.
“Menurut saya tidak ada lagi yang lebih besar di Republik ini ya, untuk mendorong pemanfaatan khususnya pemanfaatan listrik yang berasal dari biomassa,” tambahnya, seperti dikutip Liputan6.com.

Baca Juga :  Gara-gara Layangannya Mematikan Aliran Listrik Puluhan Ribu Rumah, Dewa Diancam Penjara

Dadan pun mengapresiasi langkah PLN yang selalu berinisiatif di saat-saat yang tidak gampang. Terutama di saat pemerintah membutuhkan kebijakan yang smart idea.