Badai Seroja Kembali Terjang NTT, PLN Pulihkan Listrik 33.514 Pelanggan

LISTRIKTODAY – PLN terus berupaya memulihkan kelistrikan terdampak hujan disertai angin akibat badai siklon tropis “Seroja” yang kembali melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) hingga Senin (5/4) dinihari.

Hingga Senin pukul 12.00 WITA, PLN telah berhasil memulihkan 159 gardu dari total 2.226 garu yang terdampak siklon tropis.

Adapun dari total 573.846 pelanggan yang terdampak, sudah ada 33.514 pelanggan yang listrik sudah dipulihkan.

“Begitu badai mereda, petugas kami langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi infrastruktur kelistrikan dan memperbaiki jaringan yang terdampak badai,” ucap General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko.

Badai siklon tropis “Seroja” mengakibatkan pelayanan listrik di UP3 Kupang, UP3 Flores Bagian Barat, UP3 Flores Bagian Timur dan UP3 Sumba menghadapi gangguan pelayanan listrik.

Tidak hanya itu, kencangnya angin membuat banyak pohon bertumbangan, papan reklame roboh, tanah longsor, serta atap rumah beterbangan dan mengenai jaringan listrik menyebabkan aliran listrik terganggu.

Baca Juga :  Stimulus Listrik Maret, Yuk Nikmati Lewat PLN Mobile

Khusus sistem kelistrikan Timor saat ini belum bisa dilakukan pemulihan dikarenakan akses jalan terputus.

“Anginnya memang sangat kuat, beberapa kantor kami juga mengalami kerusakan. Namun kami pastikan petugas di lapangan terus bekerja untuk memulihkan jaringan agar masyarakat bisa menikmati listrik kembali,” tambah Agustinus.

PLN tetap mengutamakan keselamatan pelanggan dalam melakukan pemulihan kelistrikan. Setelah banjir surut atau ketika jaringan telah dipastikan aman, PLN memastikan akan segera melakukan pemulihan aliran listrik.

Sementara itu, untuk daerah yang masih terdapat genangan banjir, demi keselamatan warga, PLN belum dapat menyalakan aliran listrik.

Siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) 5 April 2021 menjelaskan berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, terdapat Siklon Tropis “Seroja” di Perairan Kupang dengan kecepatan angin mencapai 45 knot.

Hal ini memberikan dampak terhadap peningkatan tinggi gelombang dan cuaca ekstrem di NTT dan sekitarnya beberapa hari kedepan.

“Melihat apa yang disampaikan BMKG tentu kami terus bersiaga dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kelistrikan di sekitar,” ucap Agustinus.

Baca Juga :  SPLU Hadir di Persawahan, Ini Cerita Manis dari Bulukumba

PLN mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan ketika musim hujan dan terjadi banjir.

Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile.