LISTRIKTODAY.ID – PLN konsisten memanfaatkan limbah batu bara atau FABA yang disalurkan untuk renovasi rumah warga miskin.

FABA bisa dimanfaatkan untuk beberapa produk seperti batako, paving, dan beton pracetak.

Vice Presiden Hubungan Masyarakat PLN Arsyadany G. Akmalaputri menjelaskan untuk satu rumah bertipe 72, ada 1.600 batako yang dibutuhkan.

“Ini menyerap 11 ton FABA untuk pembuatannya [rumah],” kata Akmalaputri, seperti dikutip tempo.co, Senin (19/4/2021).

Salah satu pengolahan limbah batu bara ini dilakukan PLN di PLTU Tanjung Jati B di Jepara, Jawa Tengah.

Setiap bulannya, PLTU ini menghasilkan fly ash sebanyak 30.000 ton dan bottom ash sebanyak 5.000 ton.

Pada 2019, PLTU ini telah memproduksi 15.241 paving dan 20.466 batako dan menyalurkannya untuk pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, sepanjang tahun lalu, ada 115.778 paving dan 82.100 batako yang dihasilkan.

Pemanfaatan FABA di PLTU Tanjung Jati B masih bisa ditingkatkan. Assistant Manager Komunikasi PLN Tanjung Jati B Grahita Muhammad bercerita bahwa sepanjang 2020, baru 40 persen saja FABA ini yang bisa diolah.

Baca Juga :  Bakti PDKB Sulselrabar Hasilkan Penghematan Listrik Senilai Rp373 juta

Sisanya masih menumpuk di landfill alias lokasi penampungan limbah. Jika satu landfill sudah penuh, maka PLN harus membuka landfill baru.

Menurutnya, selama ini ruang gerak untuk pemanfaatan FABA memang terbatas karena limbah ini dikategorikan sebagai B3. Keterbatasan ada pada perizinan, pengangkutan, sampai dengan pemanfaatan.