LISTRIKTODAY – PT PLN (Persero) senantiasa mengikuti arahan pemerintah dalam menentukan harga listrik untuk pelanggan.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PT PLN (Persero) Agung Murdifi menjelaskan sebagai operator pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah.

“Kami mengikuti arahan pemerintah saja,” kata Agung, seperti dikutip wartaekonomi.co.id.

Sejauh ini, PLN memang sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi mengenai stimulus tarif listrik yang diberikan pemerintah untuk periode April-Juni 2021.

Pasalnya, penerapan stimulus listrik pada periode mendatang, berbeda dengan program sebelumnya.

Agung juga mengimbau pelanggan untuk berhati-hati terhadap informasi terkait cara memperoleh stimulus listrik dan juga subsidi listrik.

“Pelanggan harus berhati-hati terhadap situs-situs web penipuan-penipuan terkait subsidi dan stimulus. Seluruh informasi terkait subsidi dan stimulus dapat dilihat melalui aplikasi PLN Mobile atau melalui Contact Center PLN 123,” ujarnya, seperti dikutip beritasatu.com.

Dirinya menerangkan seluruh stimulus langsung didapatkan saat pelanggan melakukan pembelian token atau pembayaran tagihan listrik.

“Kepada pelanggan 450 VA pascabayar, mulai rekening April 2021 harus kembali melakukan pembayaran. Namun tentunya dengan potongan dari stimulus sebesar 50 persen,” terangnya.

Baca Juga :  Mantap! PLN Sebut Penjualan Listrik di Jamali Tumbuh 4 % Tahun Depan

Meski demikian, dia menegaskan, pemerintah melalui PLN masih memberikan stimulus listrik bagi kelompok menengah bawah.

Langkah itu sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat Indonesia di tengah pandemi. Saat ini, stimulus periode bulan April hingga Juni 2021 telah tersedia dan bisa dinikmati pelanggan.