LISTRIKTODAY.ID – PLN berkomitmen untuk terus mengajak berbagai pihak berkolaborasi dalam memasyarakatkan kompor induksi menjadi kompor kekinian bagi seluruh rakyat Indonesia, sekaligus memastikan kesiapan seluruh ekosistem dan stakeholder terkait.

Demi mendukung implementasi penggunaan kompor induksi, PLN berkomitmen menjamin ketersediaan tenaga listrik dengan pelayanan yang handal dan mutu terbaik, berkelanjutan, serta harga yang sesuai dengan keekonomian untuk masyarakat Indonesia.

Salah satunya dengan memberikan harga khusus bagi pelanggan listrik yang ingin menambah daya kelistrikan di rumahnya demi bisa menggunakan kompor listrik.

Tambah daya nantinya hanya seharga Rp202.000 per pelanggan. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan, harga khusus diberikan untuk mempercepat tercapainya target 1 juta pengguna kompor listrik.

“Kalau daya rumah tidak cukup, PLN memberikan kemudahan untuk tambah daya sampai 11 ribu VA, biayanya hanya Rp202 ribu saja. Itu dengan kompor induksi (listrik) itu, dia bisa otomatis dapat voucher seperti itu,” ujar Bob, seperti dikutip cnnindonesia.com, Senin (3/5/2021).

Baca Juga :  Listriki 3 Desa Juni Mendatang, PLN Wujudkan Elektrifikasi 100% di Sumsel

Nantinya, PLN akan mulai menerapkan kebijakan harga khusus di Pulau Jawa. Pasalnya, potensi peminat kompor induksi cukup besar di wilayah ini.

Tidak hanya itu, PLN akan menggunakan strategi sosialisasi mendalam penggunaan kompor listrik di kementerian, lembaga, hingga BUMN.

“Ke depan, kita bisa untuk masyarakat tidak mampu, kita sedang proses dengan pemerintah untuk memasukkan ke RAPBN 2022. Kita usulkan bersama-sama agar bisa ada transformasi seperti dulu minyak tanah ke LPG,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini menjelaskan alasan PLN mendorong penggunaan kompor induksi.

Menurutnya, penggunaan kompor listrik secara menyeluruh nantinya cadangan energi listrik nasional bisa dimanfaatkan oleh PLN lebih optimal.

“Dari sisi cadangan energi, listrik nasional mencapai 50 persen, artinya energi yang diproduksi PLN dapat dioptimalkan,” katanya, seperti dikutip wartaekonomi.co.id.