ENERGYTODAY.ID – PLN akan melistriki Desa Danau Gerak, Desa Plakat dan Desa Tanjung Tiga yang terletak di Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim juga, pada Juni mendatang.

Melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel), PLN optimistis wujudkan seluruh desa di provinsi tersebut segera terlistriki.

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengatakan sebanyak 15.000 jiwa pada 7 desa yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Banyuasin dan Muara Enim mulai menikmati aliran listrik dari PLN.

Diketahui, terdapat beberapa sentra tambak udang yang berada di wilayah tersebut dan diharapkan listrik dapat ikut mendorong usaha dan perekonomian setempat.

“Pada akhir Juni 2021, PLN juga megupayakan Desa Danau Gerak, Desa Plakat dan Desa Tanjung Tiga yang terletak di Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim juga akan menikmati listrik dan kami juga mengundang kesediaan Bapak Gubernur dapat hadir dalam peresmiannya,” tambah Wiluyo

Baca Juga :  Pemda Apresiasi Gesitnya PLN Siapkan Infrastruktur Kendaraan Listrik

Sejauh ini, PLN tengah membangun kabel laut bertegangan 150 kilo volt (kV) yang akan memasok listrik dari Sumatera Selatan ke Pulang Bangka.
Menurutnya, hal ini dilakukan guna memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Bangka yang sebesar 170 Mega Watt (MW).

Waluyo mengharapkan dukungan dari Gubernur Sumsel akan pembangunan tersebut terkait perizinan dan pembebasan lahan.

“Kebutulan di Sumsel ini listriknya berlebih maka kita akan kirim ke Provinsi Bangka mengingat disana memiliki potensi perikanan yang luar biasa dan membutuhkan pasokan listrik. Saat ini PLN sedang kontruksi kabel laut, kami mohom izin dan dukungannya dari Bapak Gubernur semoga dapat berjalan lancar,” jelas Wiluyo.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengucapkan terima kasih dan mendukung atas usaha yang dilakukan oleh pihak PLN untuk mengaliri listrik bagi masyarakat, mengingat Sumsel memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga dapat terkelola dengan listrik yang tersedia.

Dirinya juga mengatakan bahwa sebelumnya masyarakat menggunakan genset atau mesin diesel guna memenuhi kebutuhan listrik, bahkan petambak udang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sendiri sehingga menelan biaya cukup mahal.

Baca Juga :  Diskon Tambah Daya Tinggal Sepekan, Ayo Manfaatkan!

“Jaringan listrik disana sangat dibutuhkan karena para petambak udang disana terbebani biaya listrik, bukan pakan. Kenapa mereka cuma berani panen 70 hari dan tidak berani 110 hari, hal itu karena biaya yang cukup mahal, dengan adanya listrik tentu panennya akan memiliki bobot yang baik,” ucapnya.