LISTRIKTODAY.ID – Dewan Energi Nasional menginisiasi penggunaan kompor induksi sebagai wujud berkontribusi pada pemanfaatan dan percepatan energi transisi di Indonesia.

Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto optimistis bahwa pemanfaatan kompor listrik induksi ini akan memberi manfaat tidak hanya kepada pengguna, namun juga pada perkembangan sektor energi di Indonesia.

“Bagi pengguna, kompor listrik induksi merupakan kompor yang ramah lingkungan, sehat dan nyaman, karena tidak mengeluarkan gas CO2,” pungkas Djoko, Senin (3/5/2021).

Hal ini pun mendapat apresiasi PLN. Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini mengatakan mengapresiasi langkah yang dilakukan DEN untuk mendorong penggunaan kompor induksi kepada seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional.

Menurutnya, masyarakat Indonesia tengah berada pada kondisi imported energy consumption (mengonsumsi energi yang diimpor), khususnya terkait LPG.

Hal tersebut berimplikasi pada peningkatan impor gas yang nilainya kurang lebih mencapai Rp60 trilyun dengan subsidi LPG mencapai Rp50 triliun per tahun dan sulitnya memastikan subsidi ini tepat sasaran.

Baca Juga :  77% Listrik Pelanggan di Jawa Barat Sudah Menyala

“Disisi lain, saat ini cadangan energi listrik nasional mencapai 50% lebih yang artinya energi dalam negeri dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan, sehingga pemerintah akan berhemat subsidi LPG karena tidak harus melakukan impor energi, serta permasalahan subsidi LPG yang sulit tepat sasaran bisa diatasi.” kata Zulkifli Zaini.

Demi mendukung implementasi penggunaan kompor induksi, PLN berkomitmen menjamin ketersediaan tenaga listrik dengan pelayanan yang handal dan mutu terbaik, berkelanjutan, serta harga yang sesuai dengan keekonomian untuk masyarakat Indonesia.

Selain itu, PLN juga berkomitmen untuk terus mengajak berbagai pihak berkolaborasi dalam memasyarakatkan kompor induksi menjadi kompor ‘kekinian’ bagi seluruh rakyat Indonesia, sekaligus memastikan kesiapan seluruh ekosistem dan stakeholder terkait.